Kamis, 11 Desember 2014

Akuntansi Menejemen
Case: MILLBOURNE
Dosen pengampu: Mahfud Sholihin, Ph.D

Description: Description: Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg

Oleh:
Widya Septiani                      (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora           (11/315670/EK/18477)
Yulyta Trisna P.                    (11/315716/EK/18513)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013

Overview Kasus
MILLBOURNE

Jeff Millbourne adalah pemilik/operator Millbourne Shutter Company. Selama lebih dari tiga tahun, dia mengubah hobi pekerjaan tangan dari kayu menjadi usaha bernilai jutaan dolar. Perusahaan tersebut membuat jendela shutter untuk rumah dan kantor. Millbourne Shutter Company membangun reputasinya berdasarkan produksi berbagai jendela shutter yang berkualitas tinggi dengan mengguakan kayu berkualitas tinggi dan membuat tiap jendela shutter bedasarkan spesifikasi dengan baik selama bertahun-tahun. Baru-baru ini tetangga Jeff, Lana dan Evan Howell, membeli sebuah vila di Perancis dan meminta Millbourne untuk mendesain serta membuat shutter untuk rumah tersebut. Pekerjaan tersebut lebih sulit dari biasanya karena Jeff tidak dapat mengukur jendela vila. Akan tetapi, ukuran shutter yang dibuatnya sangat tepat dan menjadi tren di wilayah pedesaan Perancis tersebut. Subkontraktor di Perancis yang memasang shutter tersebut menginginkan kontrak dengan Millbourne untuk membuat shutter bagi beberapa pekerjaan bangunan lainnya. Perusahaan tersebut memasukkan pesanan awal shutter senilai €16.230. Jeff mengirimkan pesanan pembelian ke akuntannya, Rosa Perez, untuk membantunya menghitung jumlah dalam mata uang euro tersebut menjadi dolar.
Rosa menunjukkan, dengan nilai tukar saat ini ($1 sama dengan 0,8115 euro,  pesanan tersebut memiliki nilai sebesar $20.000 ( $16.230/0,8115 ). Akan tetapi, menurutnya, nilai tukar berubah dari hari ke hari. Dia bertanya lamanya pembayaran akan diterima. Jeff memperkirakan bahwa memproduksi shutter sebanyak itu akan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Bahkan bisa lebih lama lagi juka hujan karena pengecatannya aka tertunda, kemudian dua minggu lagi untuk  mengirim lewat laut keluar negeri. Michael membutuhkan waktu empat minggu untuk mengirim cek.  Jeff memperkirakan proses awal hingga akhir akan membutuhkan waktu dua setengah bulan.
Rosa menunjukkan kesenjangan waktu tersebut dapat berarti perubahan nilai tukar. Jika nilai tukar naik katakanlah hingga 0,85 euro per dolar maka pesanan yang seharusnya bernilai $20.000 tersebut hanya akan bernilai $19.094. Tentu saja, hal sebaliknya juga berlaku. Jika nilai tukar jatuh ke 0,80 euro per dolar maka pesanan senilai €16.230 tersebut dapat diuangkan mejadi $20.288. Berhubungan dengan mata uang asing menimbulkan risiko baru bagi perusahaan – risiko nilai tukar.
Jeff setuju untuk mempertimbangkan masalah tersebut selama beberapa waktu. Dia memutuskan untuk meneruskan pesanan dari Perancis tersebut, tetapi dengan mempertimbangkan tiap pesanan baru internasional sacara satu persatu untuk memastikan risiko nilai tukar tetap diperhitungkan.




Pertanyaan :
1.      What do you think are the business issues that Jeff has to consider in deciding whether or not to trade overseas?
2.      Rosa pointed out that exchange rates can go in two directions. If the exchange rate increases from 0,8115 euros per dollar to 0,85 euros per dollar, Jeff will get less than he expected. On the other hand, if the exchange rate decreases, he will get more than expected. Do you think that Jeff considers the two risks (increase or decrease in exchange rates) to be equal? Would he be more concerned about one than the other? Why or why not?
3.      Jeff decided to consider each new international order case-by-case basis. What factors might influence his decision? Think about the shipment of the shutters overseas. Are there any considerations that might differ from shipment of shutters to another state in the United States? Would there be any differences between trade with France versus trade with other countries (e.g., Rusia or Iran)?
Pembahasan :
1.    Dalam rangka melakukan perdagangan luar negeri terdapat hal-hal yag perlu dipertimbangkan yang berkaitan dengan lingkungan bisnis  antara lain :

·           Lingkungan budaya, hukum, politik, dan ekonomi setiap negara.
Memahami keempat aspek   tersebut bukanlah hal yang mudah, sehingga hal tersebut dapat diatasi dengan :
-        Wholly Owned Subsidiaries : membeli perusahaan yang sudah berjalan diluar negeri dan menjadikannya anak perusahaan yang dimiliki sepenuhya oleh induk perusahaan.
-        Joint venture : menjadi investor bagi perusahaan lain diluar negeri
Selain itu, masalah penting lain adalah :
·           Zona Perdangangan
Suatu barang  yang diimpor/ekspor memiliki biaya tambahan antara lain tarif impor, freight-in, atau pajak apabila tidak berada didalam sebuah zona perdagangan luar negeri. Kondisi tersebut akan menambah beban biaya barang. Hal ini dapat diatasi dengan:
-        Pakta Perdagangan dan Tarif : perjanjian perdagangan antar negara yang menentukan besarnya tarif yang dibebankan

·           Nilai Tukar Mata Uang Asing
Dalam mengelola mata uang asing, terdapat tiga resiko penting, yaitu :
a)      Resiko transaksi
Mengacu pada kemungkinan bahwa transaksi tunai dimasa depan akan dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar. Perubahan dalam kurs spot dapat mempengaruhi nilai transaksi tunai di masa depan sehingga menciptakan risiko transaksi. Kurs spot (spot rate) adalah nilai tukar dari satu jenis mata uang terhadap mata uang lain untuk transaksi langsung (yaitu : hari ini).


-          Apresiasi dan Depresiasi Mata Uang
Ketika mata uang suatu negara menguat secara relatif terhadap mata uang negara lain, terjadilah apresiasi mata uang (currency appreciation) dan satu unit mata uang negara mampu membeli lebih banyak unit mata uang negara lain.
Sebaliknya, depresiasi mata uang (currency depreciation) berarti mata uang suatu negara melemah secara relatif akibatnya hanya dapat membeli mata uang negara lain lebih sedikit.
-          Keuntungan dan Kerugian Nilai Tukar
Kerugian nilai tukar (exchange loss) adalah kerugian atas penukaran suatu mata uang terhadap mata uang lain yang disebabkan oleh depresiasi mata uang dalam negeri.
Keuntungan nilai tukar (exchange gain) adalah keuntungan atas penukaran suatu mata uang terhadap mata uang lain yang disebabkan oleh apresiasi mata uang dalam negeri.

b)      Resiko ekonomi
Mengacu pada kemungkinan bahwa nilai sekarang dari arus kas perusahaan dimasa depan akan dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.

c)      Resiko translasi
Tingkat dimana laporan keuangan perusahaan terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar.

2.    Menurut kami, Jeff mempertimbangkan risiko kenaikan dan penurunan nilai tukar secara seimbang. Jika nilai tukar naik dari 0,8115 euro per dollar menjadi 0,85 euro per dollar seperti yang ditunjukkan Rosa, dimana harga pesanan sebesar €16.230, sehingga  nilai dari pesanan tersebut jika nilai tukar 0,8115 euro per dollar adalah $20.000 (€16.230/0,8115) sedangkan jika nilai tukar menjadi 0,85 euro per dollar maka nilai dari pesanan tersebut adalah $19.094 (€16.230/0,85). Dari perhitungan tersebut, Jeff akan mengalami kerugian karena Jeff memperoleh $19.094, mendapat kurang dari yang dia harapkan yaitu $20.000. Hal tersebut tentunya mengakibatkan laba yang diperoleh perusahaan Millbourne Shutter Company menurun, dan jika hal tersebut terus berlangsung maka sangat berisiko bagi kelangsungan perusahaan dan mengakibatkan bisa mengalami kebangkrutan.
       Sebaliknya, jika nilai tukar turun dari 0,8115 euro per dollar menjadi 0,80 euro per dollar, maka pesanan senilai $20.000 dapat diuangkan menjadi $20.288 (€16.230/0,80). Akibatnya Jeff akan mendapatkan keuntungan dari kejadian ini. Hal ini tentu menguntungkan bagi perusahaan, sehingga Jeff perlu mempertimbangkannya.

3.    Faktor yang dapat mempengaruhi keputusan Jeff dalam rangka mempertimbangkan tiap pesanan internasional secara case-by-case basis adalah

·         Zona perdagangan
Negara-negara yang berada pada zona perdangangan dengan tarif yang rendah dan lingkungan hukum baik dapat lebih diutamakan untuk diterima pesanannya.

·         Lingkungan Politik, Hukum, Sosial Budaya, dan Ekonomi
Negara-negara yang masih satu kawasan biasannya keempat lingkungan tersebut cenderung lebih mirip sehingga memungkinkan pengiriman dengan lebih mudah.
·         Mata uang
Negara yang memiliki mata uang yang relatif stabil lebih menjamin perdagangan internasional.

·         Nilai tukar mata uang asing
Nilai tukar mata uang ini memang menjadi masalah utama dalam perdagangan internasional. Sebagaimana kita tahu bahwa nilai tukar berfluktuatif. Perubahan nilai tukar ini malah berubah secara harian. Ini menjadi satu masalah besar apabila kita tidak dapat secara tepat memperkirakan berapa nilai tukar mata uang tersebut saat berada di tangan kita.

·         Jarak (lokasi) pesanan internasional berasal
Hal ini menjadi penting, karena ini juga mempengaruhi berapa lama pesanan akan sampai ke negara pemesan. Biasanya semakin jauh lokasi negara pemesan, akan semakin lama pesanan sampai ke tangan pemesan. Semakin banyak waktu yang dibutuhkan, maka perkiraan akuntan tentang berapa besaran nilai tukar mata akan semakin membutuhkan perhitungan yang rinci. Jangan sampai pesanan tersebut akan dibayar lebih rendah dari cost pesanan tersebut. Dalam kata lain, perusahaan akan mengalami kerugian.

·         Kondisi ekonomi negara pemesan
Kondisi ekonomi juga merupakan salah satu faktor yang tidak bisa kita lupakan. Ini akan menjadi sangat penting apalagi peranannya dalam hal nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing. Bila suatu kondisi ekonomi suatu negara tidak stabil dan cenderung berfluktuasi sangan signifikan, tentu sangat susah bagi kita untuk memperkirakan bagaimana nilai tukar mata uang negara tersebut di masa yanag akan datang.

·         Kebijakan-kebijakan impor di negara pemesan
Kebijakan-kebijakan impor di suatu negara juga perlu kita pertimbangkan dalam pesanan internasional. Kebijakan-kebijakan impor suatu negara dengan negara lain biasanya berbeda sesuai dengan peraturan negara masing-masing.
Menurut kami, terdapat perbedaan antara perdagangan dengan perancis versus negara lain misal Rusia atau Iran karena mata uang negara ketiga negara tersebut berbeda, sehingga nilai tukarnya pun berbeda. Selain itu, lingkungan politik, ekonomi, hukum, sosial budaya masing-masing negara juga berbeda. Jeff tentu akan memilih negara-nagara dengan perekonomian yang stabil, lingkungan politik aman, lingkungan hukum yang menjamin, dan lingkungan sosial budaya yang baik.
Rusia menganut sistem ekonomi sosialis/terpusat dengan segala sesuatu diatur oleh pmerintah  yang sulit ditembus oleh pasar bebas sehingga tarif impor pada negara tersebutrelatif mahal da halini perlu dipertimbangkan dalam-dalam. Sedangkan Iran menganut sistem ekonomi campuran yang relatif mudah ditembus pasar bebas sehingga memungkinkan tarif impornya lebih murah, sehingga biaya pengiriman yang dibebakan lebih rendah.


Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2007. Management Accounting.8th edition, Cincinnati: South-Western College Publishing (HM).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar