Kamis, 11 Desember 2014

Akuntansi Menejemen
Case: Blue-corn Foods
Dosen pengampu: Mahfud Sholihin, Ph.D

Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg

Oleh:
Widya Septiani                      (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora           (11/315670/EK/18477)
Yulyta Trisna P.                    (11/315716/EK/18513)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013



Blue-Corn Foods, Inc
            Pada awal tahun, Rosita Mendez, Direktur Utama Blue-Corn Foods, Inc, melihat kembali hasil dari perusahaan beberapa tahun belakangan ini. Ia sangat senang karena ketika melihat laporan laba rugi ia melihat bahwa penjualan menunjukkan peningkatan dan biaya menurun. Laba operasi meningkat signifikan. Rosita meyakini bahwa kemajuan ini merupakan hasi dari penerapan standard costing system di awal tahun lalu.
            Di awal tahun, tahun lalu, Rosita juga melihat hasil kinerja Blue-Corn Foods. Namun pada saat itu, ia merasa kecewa pada hasil kinerja perusahaan pada tahun sebelumnya. Penjualan menurun, biaya-biaya diluar kendali, dan pengendalian kualitas berkurang. Bagian tertimbang pemerintah sudah beberapa kali mendenda Blue-Corn Foods karena mengisi kantung makanan terlalu sedikit.
            Rosita menghubungi pengontrol Blue-Corn Foods, Mel Hamilton. Mel mengusulkan bahwa dibutuhkan pengendalian biaya dan kualitas yang lebih baik. Mel meyarankan agar mulai menggunakan standard cost system. Mel menjelaskan sistem ini dapat mengatasi berbagai kekhawatiran yang Rosita rasakan. Standard cost system dapat mengenggarkan biaya untuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead untuk tiap unit yang diproduksi. Mel menunjukkan juga bahwa sistem ini dapat memberikan peringatan dini pada masalah pengisian tiap kantong makanan. Para manajer produksi dapat diminta pertanggungjawabannya dalam memenuhi berbagai stadar yang ditetapkan tersebut.
            Rosita menyetujui untuk menerapkan sistem ini, tetapi sebagai uji coba, Rosita meminta Mel untuk melakukan percobaan untuk lini produk Bluechitos.
            Setelah setahun berjalan menggunakan sistem tersebut, Rosita sangat senang melihat peningkatan yang terjadi. Masalah dengan kantung yang diisi terlalu sedikit teratasi. Manajer Bluechitos juga merasa sangat senang karena dengan penerapan sistem tersebut departemennya terbantu dari segi standar harga dan kuantitas yang baru untuk anggaran tahun yang akan datang. Para manajer lini produk lain melihat hal ini dan juga ingin menerapkan sistem ini di pada lini produk mereka. Rosita berpesan pada Mel agar menerapkan standard cost system pada setiap lini produksi.
Pertanyaan dan Jawaban
1.      Apa yang memotivasi rosita untuk mengimplementasikan sistem pengendalian biaya yang lebih formal?

Untuk pertama kali mengimplementasikan sistem pengendalian biaya ini, Rosita mendapatkan informasi dari pengontrol Blue-Corn Foods, Mel Hamiton. Mel mengatakan bahwa dibutuhkan pengendalian biaya dan kualitas yang lebih baik, yaitu sistem standard costing dapat mengatasi berbagai kekhawatiran Rosita mengenai penjualan yang menurun, biaya yang diluar kendali, dan pengendalian kualitas yang berkurang. Dengan menerapkan sistem standard costing perusahaan dapat menentukan biaya dan kuantitas standar untuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead sehingga untuk biaya-biaya yang akan dikeluarkan selama proses produksi dapat dikendalikan dengan baik. Sistem ini ternyata memberikan dampak positif setelah satu tahun dijalankan pada lini produk Bluechitos. Dimana lini produk ini setelah menggunakan sistem standard costing terbantu dari segi standar harga dan kuantitas yang baru untuk anggaran tahun yang akan datang. Akhirnya Rosita menginginkan agar sistem pengendalian biaya ini diterapkan di semua lini produsi.

2.      Mengapa standard cost system memberikan informasi pengendalian yang lebih terperinci?
Standard cost system membantu perencanaan dan pengendalian operasi serta memberikan informasi yang lebih jelas mengenai dampak dari berbagai keputusan manajerial terhadap tingkat biaya dan laba. Sehingga dengan menggunakan standard costing, kita bisa memperkirakan kisaran berapa biaya yang harus kita keluarkan untuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead. Kemudian menentukan biaya-biaya bahan baku, tenaga keja, dan overhead untuk setiap unitnya. Akhirnya departemen produksi dapat bekerja secara efisien dan dapat menentukan harga yang tepat untuk sebuah produk dalam artian tidak undercosting maupun overcosting.
Selain itu, sistem standar costing juga dapat digunakan  untuk mengendalikan harga karena nantinya akan dibandingkan dengan biaya aktual agar dapat mengetahui apakah efisien atau tidak. Dengan membandingkan antara actual cost dengan standard cost kita dapat mengetahui kinerja direct labor. Keefektifan pengendalian harga sangat tergantung pada pengetahuan mengenai biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan.

3.      Jenis pengendalian apa yang telah diterapkan dengan penggunaan berbagai standar tersebut?
·         Pengendalian anggaran
·         Pengendalian tenaga kerja
·         Pengendalian harga
·         Pengendalian efisiensi departemen produksi
·         Pengendalian biaya



4.      Bagaimana standar dapat digunakan untuk mengendalikan biaya?

Keefektifan pengendalian biaya sangat tergantung pada pengetahuan mengenai biaya yang diperkirakan akan dikeluarkan. Standard cost menjadi pedoman yang terkait variasi-variasi biaya. Pengetahuan tentang biaya ini mendorong kita untuk menghemat biaya dan meningkatkan efisiensi pada semua lini produk.
Dengan menentukan standar-standar pada setiap komponen biaya produksi suatu produk, maka proses produksi akan dilakukan sebaik-baiknya, menghindari dengan cermat setiap kesalahan-kesalahan produksi yang mungkin terjadi karena pada dasarnya telah ditentukan standar biaya dan departemen produksi harus bekerja sesuai standar agar kinerja mereka dinilai baik. Dengan adanya standar juga telah mematok porsi biaya yang dikeluarkan untuk bahan baku, tenaga kerja, dan overhead sehingga dapat dikendalikan dengan mudah dengan membandingkannya nanti dengan actual cost.


--------
Daftar pustaka :
Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2007. Management Accounting.8th edition, Cincinati : South-Western College Publishing.
Akuntansi Menejemen
Case: Blue Ribbon
Dosen pengampu: Mahfud Sholihin, Ph.D

Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg

Oleh:
Widya Septiani                      (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora           (11/315670/EK/18477)
Yulyta Trisna P.                    (11/315716/EK/18513)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013



Blue Ribbon
Ibu Carol Anne Barrow dikenal di seluruh negeri dengan pie dan kue keringnya. Dia berpeluang untuk memenangkan Blue Ribbon di setiap Negara. Carol Anne berbagi kasih ibunya untuk memanggang dan mengubahnya menjadi  jutaan  dolar. Blue Ribbon, Inc. didirikan pada tahun 1967, Blue Ribbon memproduksi  berbagai macam kue buah dan krim, serta kue kopi dan tart. Pie dibekukan dan dijual melalui toko-toko kelontong di lima wilayah negara. Selama bertahun-tahun, Carol Anne merasa bahwa model bisnisnya berjalan. Namun, persaingan yang ketat dan penurunan laba di toko kelontong membuatnya untuk mencari daerah lain dimana perusahaan bisa berkembang.
Kelompok eksekutif Blue Ribbon mencari selama berbulan-bulan tambahan produk dan peluang layanan. Kelompok ini ini telah mempersempit peluang ekspansi menjadi dua pilihan. Yang pertama adalah proposal untuk membuka freestanding cafe Blue Ribbon. Yang kedua adalah kesempatan untuk Blue Ribbon sebagai penyedia kue kopi mini eksklusif untuk rantai makanan cepat saji.
Dalam melihat kemungkinan-kemungkinan ini, Carol Anne menyadari pentingnya untuk memahami biaya dari masing-masing. Dia memahami pemahanan yang baik tentang produksi dan biaya penjualan dasar dari kue – membuat adonan, memotong per kue, mengisi kue dengan buah-buahan, cokelat, kelapa, labu, dan lain-lain, dan kemasan beku. Dia juga memahami biaya penjualan kue untuk distributor dan took kelontong. Sekarang dia perlu mengembangkan pemahaman tentang potensi biaya dan pendapatan dari bisnis baru yang sedang dipertimbangkan. Apa biaya mendirikan restoran bebas? Apa yang akan ditawarkan selain pie dan kue kering? Apakah Blue Ribbon memiliki keahlian yang diperlukan? Untuk rantai makanan cepat saji, berapa jumlah yang diperlukan? Apa peralatan pengolahan khusus yang akan diperlukan? Apakah pabrik baru diperlukan? Apakah peralatan yang lebih khusus diperlukan? Bagaimana mempersiapkan karyawan menangani proses baru? Bagaimana Blue Ribbon mendapatkan kue untuk sarapan untuk outletnya? Carol Anne diarahkan tim eksekutifnya untuk mengembangkan penilaian yang komprehensif dari biaya dan potensi pendapatan dari setiap kesempatan.
Dua hari kemudian, tim eksekutif bertemu lagi. Pada saat itu, controller, Luis acevedo, melaporkan bahwa saat ini sistem akuntansi biaya Blue Ribbon tidak memberikan bimbingan banyak untuk proyeksi biaya ke produk potensial dan saluran layanan. Manufaktur kue tart dan kue banyak kegiatan yang sama. Namun, restoran akan memiliki kegiatan yang sangat berbeda  dan memberikan layanan serta produk. Kue kopi mini akan memiliki kemasan yang sangat berbeda dan kegiatan distribusi. Jika kue Blue Ribbon diperluas ke daerah-daerah, sistem akuntansi biaya akan membutuhkan peningkatan dan perbaikan yang signifikan yang bisa menangani penugasan kegiatan yang berbeda untuk berbagai produk dan layanan. Kelompok ini setuju untuk mempertimbangkan dampak dari ekspansi potensial terhadap produksi, pemasaran, dan, biaya administrasi, dan untuk memulai proyek percontohan di daerah masing-masing sehingga informasi pendukung bisa dikumpulkan sebelum perusahaan itu sepenuhnya berkomitmen untuk kesempatan kedua.

Pertanyaan & Jawaban

1.      Apakah perbedaan produk dan jasa? Bagaimana produk dan jasa mempengaruhi akuntansi?

Produk adalah barang yang dapat dilihat bentuknya, disentuh , dirasakan manfaatnya, digunakan,  dibandingkan dengan barang lain, dan dihitung jumlahnya.
Jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud namun dapat dirasakan manfaatnya.
Produk dan jasa memiliki pengaruh yang berbeda dalam akuntansi dalam hal:
o   Pada perusahaan dagang dan manufaktur terdapat akun persediaan barang dagang (inventory), sedangkan pada perusahaan jasa tidak terdapat akun tersebut.
o   Jasa yang dijual tidak masuk dalam akun sales karena perusahaan jasa memang tidak memiliki akun sales melainkan langsung dimasukkan dalam pendapatan (revenue), sedangkan penjualan produk dimasukkan dalam akun sales.
o   Perusahaan dagang/manufaktur memiliki akun cost of goods sold.
o   Perusahaan dagang menggunakan metode perpetual maupun periodik untuk menghitung nilai persediaan.

2.      Mengapa cost accounting yang digunakan saat ini tidak memberikan informasi untuk ekspansi lini produk?

Prinsip cost accounting yang diterapkan oleh Blue Ribbon saat ini tidak berguna/tidak terlalu memberikan informasi untuk ekspansi karena ekspansi yang akan dilakukan oleh Blue Ribbon merupakan ekspansi berupa produk line (berbeda jenis produk). Prinsip cost accounting yang saat ini bisa menjadi sangat berguna apabila ekspansi yang dilakukan adalah perluasan bisnis usaha bukan perluasan produk.

3.      Bagaimana pilot project bisa memberikan Blue Ribbon informasi akuntansi yang baru?

Dengan dilakukannya pilot project maka Blue Ribbon bisa memperoleh informasi-informasi mengenai selera konsumen akan produk yang baru sehingga dapat mengestimasikan berapa banyak produk yang akan diproduksi sampai mengestimasi banyaknya omzet dan laba yang akan diperoleh dengan melakukan ekspansi produk baru tersebut.

4.      Apakah penetapan biaya yang akurat penting untuk memberikan informasi terhadap produk?

Penetapan biaya secara akurat penting untuk produk tersebut supaya perusahaan bisa memilih dan menerapkan strategi-strategi yang cocok. Dengan strategi yang tepat maka akan dapat menetapkan harga yang benar-benar tepat untuk produk yang akan dijual ke konsumen sehingga harga yang ditetapkan tidak akan memberatkan konsumen dan tidak juga merugikan produsen. Dengan demikian memungkinkan banyaknya konsumen yang meminati produk tersebut yang pada akhirnya akan memberikan laba bagi perusahaan.


 Daftar pustaka :
Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2007. Management Accounting.8th edition, Cincinati : South-Western College Publishing.
LAD LIGHTING CORP

1.      Ukuran produktivitas dan kualitas menjadi sangat penting karena kedua hal tersebut dapat meningkatkan profitabilitas. Peningkatan kualitas dapat meningkatkan profitabilitas melalui dua cara : meningkatkan permintaan pelanggan dan mengurangi biaya. Pad pasar persaingan ketat kedua hal ini dapat menjadi penentu apakah suatu usaha dapat berkembang atau sekedar bertahan hidup.  Peningkatan kualitas dapat menghasilkan peningkatan yang berarti dalam profitabilitas dan efisiensi persahaan secar keseluruhan. Kualitas telah menjadi dimensi kompetitif yang penting bagi perusahaan.
2.      Biaya kualitas adalah biaya-biaya yang timbul karena melakukan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kualitas karena kualitas yang buruk mungkin telah terjadi. Biaya kualitas terbagi menjadi tempat kategori :
-          Biaya pencegahan (prevention cost) : terjadi untuk mencegah kualitas yang buruk atas barang/jasa yang dihasilkan. Sejalan dengan peningkatan biaya [penjegahan, biaya kegagalan diharapkan turun. Contoh : biaya rekayasa kualitas, program pelatihan kualitas, perencanaan kualitas, pelaporan kualitas, pemilihan dan evaluasi pemasok, audit kualitas, siklus kualitas, uji lapangan, dan peninjaan desain.
-          Biaya penilaian (appraisal cost) : terjadi untuk menentukan apakah produk dan jasa telah sesuai dengan persyaratan atau kebutuhan pelanggan. Contoh : biaya pemeriksaan dan pengujian bahan baku, pemeriksaan kemasan, pengawasan kegiatan penilaian, penerimaan produk, penerimaan proses, peralatan pengukuran, dan pengesahan dari pihak luar.
-          Biaya kegagalan internal : terjadi karenaproduk dan jasa yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi kebutuhan pelanggan. Contoh : sisa bahan, pengerjaan ulang, penghentian mesin, pemeriksaan ulang, dan perubahan desain.
-          Biaya kegagalan eksternal : terjadi karena produk dan jasa yang dihasilkan gagal memenuhi persyaratan atau tidak memuaskan kebutuhan pelanggan setelah produk disampaikan kepada pelanggan.  Biaya ini dapat menjadi biaya yang paling merugikan. Contoh : biaya kehilangan penjualan, biaya garansi, perbaikan, tanggung jawab hukum yang timbul, ketidakpuasan pelanggan, hilangnya pangsa pasar, dan biaya untuk mengatasi keluhan pelanggan.
3.      Peningkatan kualitas dapat mengurangi biaya kualitas sebab semakin baik dan dekat kualitas dengan apa yang diharapkan pelanggan, semakin bekurang pula biaya kualitas yang dikeluarkan. Peningkatan kualitas dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan pengendalian. Kegiatan pengendalian adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam rangka  mencegah dan mendeteksi kualitas yang buruk. Apabila kualitas yang buruk telah dideteksi secara lebih awal dan kemudian dilakukan pencegahan, makan biaya kualitas yang dikeluarkan karena adanya produk yang buruk dapat dihindari. Semakin banyak produk buruk yang terdeteksi secara lebih awal, semakin sedikit pula biaya kualitas yang dikeluarkan oleh parusahaan.
4.      Laporan biaya kualitas yang seharusnya disiapkan oleh departemen akuntansi adalah laporan biaya yang memuat biaya kualitas secara terperinci berdasarkan kategorinya sehingga dapat memberikan masukan pandangan penting. Pertama, harus dapat mengungkapkan besarnya kualitas kategori yang memungkinkan para manajer menilai dampak keuangannya. Kedua, catatan tersebut menunjukkan distribusi biaya kualitas menurut kategori uang memungkinkan para manajer menilai kepentingan relatif dari setiap kategori. Biaya kualitas dapat ditampilkan sebagai persentase dari penjualan aktual.
Laporan biaya kualitas yang disiapkan tersebut harus dapat digunakan sebagai bahan untuk memperbaiki dan mempermudah perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan manajerial.
5.      Produktivitas adalah kegiatan yang mengacu pada hubungan antara input dan output yang digunakan untuk memproduksi output secara efisien. Produktivitas mensyaratkan penghapusan seluruh kegiatan tak bernilai tambah dan pelaksanaan kegiatan bernilai tambah dengan kuantitas minimal yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah output agar efisien.

Daftar pustaka :
Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2007. Management Accounting.8th edition, Cincinati : South-Western College Publishing.
Akuntansi Menejemen
Case: Jones Dentistry
Dosen pengampu: Mahfud Sholihin, Ph.D

Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg

Oleh:
Widya Septiani                      (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora           (11/315670/EK/18477)
Yulyta Trisna P.                    (11/315716/EK/18513)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013



Jones Dentistry
Dr. Roger Jones adalah seorang dokter gigi yang sangat sukses. Dari pendapatan praktik per tahun lebih dari $750.000 ia mendapat gaji sebesar $150.000. ia juga memiliki investasi di bidang kuliner, yaitu restoran yang bernama Texas Rex, Inc. Karena reputasinya yang baik, pendapatannya dari restoran ini lebih banyak bila dibandingkan dari praktiknya. Bahkan, praktiknya sering mendapat suntikan dana dari Texas Rex, Inc. Karena kekhawatirannya akan hal ini, dr. Jones menghubungi Lawson, Johnson, & Smith-kantor akuntan publik lokal- dan meminta bantuan untuk menganalisis penyebab kesulitan keuangan pada praktiknya.
Setelah melakukan analisis terhadap catatan-catatan praktik dan mewawancarai dr.Jones secara ekstensif, John Smith menemukan bahwa penyebab masalah keuangan tersebut adalah tidak adanya perencanaan dan pengendalian yang baik. Banyakkeputusan yang dibuat secara arbiter tanpa mempertimbangkan kemampuan untuk membayarnya. Contohnya:
·         Kenaikan gaji. Dr.Jones telah memberikan jaminan kenaikan lima persen gaji karyawannya tiap tahun tanpa memperdulikan kemampuan perusahaan menghasilkan laba.
·         Penarikan kas. Selama 5 tahun terakhir, dr.Jones telah menarik uang tunai sebesar $1.000 per bulan.
·         Pembelian peralatan yang tidak penting bagi misi perusahaan.
Untuk menyelesaikan masalah keuangan di praktik dr.Jones, John Smith menyarankan agar praktik tersebut menerapkan sistem penganggaran yang formal. Rencana keuangan yang komprehensif dibutuhkan agar dr.Jones tahu kemana ia akan melangkah dan apa yang mampu ia lakukan.
1.      Mengapa Dr. Jones memecattenaga pembukuannya? Apakah maslah keuangan yang dialami praktiknya adalah kesalahan dari tenaga pembukuannya? Jelaskan!
Dr. Jones memecat tenaga pembukuannya karena dr.Jonesmenganggap bahwa karyawannya tersebut  tidak mampu untuk melakukan perencanaan dan pengendalian dengan baik pada pencatatan praktik dokter gigi Dr. Jones. Padahal, bila melihat laporan dari akuntan yang menyelidiki masalah keuangan praktik giginya, hal tersebut dikarenakan keputusan-keputusan yang dibuat oleh Jones sendiri, banyak keputusan-keputusan yang tidak relevan dengan praktik giginya, sehingga kas berkurang dan utang-utang bertambah.

2.      Bagaimana sebuah sistem penganggaran formal akan membantu Dr.Jones keluar dari kesulitan keuangannya?
Sistem penganggaran formal akan membantu Dr. Jones keluar dri masalah keuangannya karena memainkan peranan penting dalam perencanaan, pengendalian, dan pengambilan keputusan. Penganggaran formal juga berfungsi memperbaiki komunikasi dan koordinasi. Namun, kesuksesan suatu penganggaran juga bergantung pada faktor manusia.

3.      Banyak bisnis kecil yang tidak menyusun anggaran dengan alsan bahwa bisnis mereka sangat kecil sehingga mudah untuk menelurusi semua pendapatan dan pengeluaran. Berikan pendapat anda atas pertanyaan ini.
Menurut kami, pernyataan tersebut merupakan pernyataan yang tidak dapat dibenarkan. Semua bisnis baik besar maupun kecil sekalipun seharusnya menyiapkan anggaran. Anggaran pada suatu entitas bisnis merupakan alat untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah ditetapkan. Anggaran sangat penting, dan memilki fungsi-fungsi yaitu :
a. Fungi Perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan merupakan dasar pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen lainnya. Sebelum melakukan operasinya, pimpinan dari perusahaan harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan adanya perencanaan, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.
b. Fungsi Pengawasan
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam perusahaan. Pengawasan merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar rencana dapat dicapai dengan mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi mencegah dan nemperbaiki kesalahan.
c. Fungsi Koordinasi
Fungsi koordinasi yaitut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Untuk menciptakan adanya koordinasi diperlukan perencanaan yang baik. Anggaran yang berfungsi sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya sudah diatur dengan baik.
d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan datang, sehingga  dapat dijadikan pedoman kerja bagi setiap bagian dalam perusahaan untuk menjalankan kegiatannya.
Tujuan yang paling utama dari anggaran adalah untuk pengawasan luar, yaitu untuk membatasi sumber-sumber daya keseluruhan yang tersedia untuk suatu instansi dan untuk mencegah pengeluaran-pengeluaran bagi hal-hal atau aktivitas-aktivitas yang tidak diperlukan.

4.      Apakah Anda menyusun anggaran? Jelaskan mengapa Anda menyusunnya/tidak?

Kami sebagai mahasiswa yang hidup jauh dari orang tua dan tiap bulannya diberi uang sebagai biaya hidup harus dapat mengelola keuangan dengan baik agar biaya hidup tersebut cukup untuk satu bulan. Sehingga kami menyusun anggaran agar uang kami dapat kami gunakan dengan baik dan tidak kami gunakan untuk hal-hal yang tidak perlu. Anggaran tersebut kami alokasikan untuk biaya makan, biaya bensin, biaya pulsa, biaya fotokopi, dan lain sebagainya.
TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN
Case IDEO
Pengampu : Bayu Aji Aritejo, S.E., M.M., M.Si.


Disusun oleh :
Adelia Sukmawati                 11/313706/EK/18403
Nabeela Fanny Aditya          11/315651/EK/18464.
Widya  Septiani                     11/315655/EK/18467
Richard Raymond                11/315663/EK/18474.
Leni Melita Simamora          11/315670/EK/18477


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2013



Case IDEO

  1. Mengapa IDEO bisa sukses? Apakah tantangan paling sulit yang dihadapi IDEO dalam mengembangkan riset serta desain produknya?

Kesuksesan IDEO:
            Betapa brilian nya IDEO melihat pasar yang menjanjikan.  Dalam  melakukan bisnisnya, IDEO berusaha untuk merancang produk yang diinginkan oleh pelanggan. Dalam rangka mencapai solusi yang consumer-friendly, IDEO mencoba mengungkap wawasan secara mendalam melalui sebuah penelitian yang berpusat pada manusia. Pembelajaran ini menolong perusahaan untuk lebih mudah mengerti bagaimana konsumen membeli, berinteraksi, dll. David Blakely, pimpinan IDEO, mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi mendesain dari dalam ke luar sedangkan IDEO dari luar ke dalam.
            Tim “human factors” perusahaan mengikuti pelanggan, mengambil foto dan video mereka selama pembelian produk atau menggunakan kesempatan, dan menginterview mereka untuk mengetahui lebih dalam.
            Metode lain yang digunakan dinamakan “behavioral mapping,” yang membuatphotographic log orang-orang seperti lounge yang ada di kedatangan di bandara, ruang tunggu rumah sakit, atau food court di pusat perbelanjaan untuk mengukur seberapa tinggi pengalaman dapat ditingkatkan.
            Metode ketiga bergantung pada “camera journals”. Perusahaan dapat merekam kesan visual mereka dari suatu produk. IDEO juga mengundang pelanggan untuk menggunakan teknik “storytelling” untuk membagi cerita, video, drama pendek, atau bahlan animasi tentang pengalaman mereka atas produk atau servis perusahaan.
Model produk juga ikut berkontribusi dalam keberhasilan IDEO. Model ini biasa digunakan oleh pelanggan untuk mencobanya. IDEO mendorong kliennya, bahkan senior eksekutifnya untuk berpartisipasi dalam penelitian, jadi mereka bisa iikut merasakan pengalaman konsumen secara langsung terhadap produk dan servis mereka sendiri.
            IDEO juga membantu Warnaco, pembuat pakaian, untuk meningkatkan penjualannya. IDEO membantu Warnaco dalam memberikan servis dan solusi  yang lebih baik, seperti fitting room yang lebih besar, memberikan informasi kepada pembeli, dan meningkatkan displays.
            Marriot juga pernah membekerjakan IDEO untuk membantu Courtyard milik Marriot agar lebih digemari oleh anak muda. IDEO melakukan riset dan menemukan hasil bahwa anak muda merasa kekurangan aktivitas di tempat umum seperti hotel, kurangnya teknologi yang ditawarkan dan buruknya makanan juga mempengaruhinya. Untuk itu Marriot mengganti furniture dan dekor agar lebih hangat dan nyaman. Marriot juga menambahkan fasilitas seperti TV dan wifi serta adanya cafĂ© 24 jam.
            Selain menerapkan metode-metode tersebut IDEO juga melihat dari  jumlah kompetitor. Jumlah kompetitor yang sedikit membuat IDEO dapat secara cepat menembus pasar. Maka, IDEO juga menjadi pilihan bagi perusahaan yang memerlukan jasa dari IDEO.

Difficult Challange :
Menurut kami, tantangan sulit yang dihadapi IDEO adalah bagaimana IDEO melakukan riset. IDEO sulit mendapatkan respon dari para konsumen. Selain itu, pemilihan sampel juga merupakan hal yang sulit. Jika sampel yang dipilih salah target, hasil dari riset akan ngawur. Riset “tidak biasa” yang dilakukan oleh IDEO memerlukan kreativitas tingkat tinggi dan juga memerlukan ide ide yang brilian.

2.      IDEO mampu menciptakan solusi terbaik untuk perusahaan, sehingga menerima banyak penghargaan. Lantas, haruskah IDEO mencoba untuk meningkatkan brand awareness-nya? Mengapa iya atau mengapa tidak?

            Brand awareness adalah kemampuan dari seorang pembeli  untuk mengenali suatu merek yang merupakan bagian dari merek suatu produk yang ada dipasar. Menurut kami, brand awareness sangat penting bagi suatu organisasi profit motif. Karena dengan brand awareness, perusahaan akan meningkatkan peluang untuk dikenal oleh customer dan akibatnya, perusahaan mampu meningkatkan value-nya.  Adanya brand awareness ini juga akan membangun kesadaran pada IDEO untuk selalu menjaga kulaitasnya. Dengan demikian IDEO akan  dapat memimpin pasar.

Sudah waktunya IDEO melakukan apa yang telah dilakukan oleh Intel seperti dalam kasus sebelumnya. Intel melakukan kampanye besar besaran dengan tagline “intel inside”. IDEO seharusnya sudah mulai melakukan kampanye agar para konsumen tingkat akhir lebih tau mengenai IDEO.
TUGAS MERINGKAS FILM
MATA KULIAH KEWARGANEGARAAN



OLEH :
WIDYA SEPTIANI
11/315655/EK/18467
JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2012
MENGKRITISI GLOBALISASI DAN DAMPAKNYA TERHADAP INDONESIA
A SPECIAL REPORT BY JOHN PIGLER

Film tersebut menceritakan tentang pemimpin dunia baru kini yang katanya memiliki visi dan misi yang mulia,menjanjikan kepada masyarakatnya akan kekayaan, kemakmuran, dan kepandaian, namun pada kenyataannya justru sebaliknya.  Sang pemimpin bertindak kejam.  Bahkan mengeksploitasi rakyat kecil. Bulan-bulan ini, para generasi muda sering mengadakan aksi demonstrasi menentang sebuah tata ekonomi baru yang disebut globalisasi. Ini merupakan salah satu gerakan protes terbesar sejak tahun 1960-an. Sebelumnya, belum pernah terjadi aksi besar yang memperjuangkan kemakmuran dan memberantas kemiskinan. Bahkan sebelumnya, jurang kemiskinan tak pernah selebar seperti pada  masa sekarang. Saat ini, sekelompok kecil orang yang berkuasa ternyata lebih kaya. Merek-merek barang terkenal mulai dari sepatu hingga peralatan bayi hampir selurunya dibuat di negara-negara miskin dengan upah buruh yang sangat rendah. Desa global seperti inikah yang yang disebut-sebut sebagai masa depan umat manusia? Ataukah ini adalah semata-mata ini adalah cara lama yang dilakukan pada zaman raja-raja yang sekarang diteruskan oleh perusahaan-perusahaan multinasional dengan berbagai lembaga keuanga dan pemerintah sebagai penopangnya? Film ini menceritakan penguasa baru dunia, khususnya pengaruhnya bagi sebuah negara yaitu Indonesia.
Indonesia adalah sebuah negara dimana imperialisme lama bertemu dengan imperialisme yang baru. Sebuah negara yang kaya akan sumber daya yang melimpah. Tembaga, emas, minyak, kayu, dan SDM-nya. Dijajah oleh Belanda di abad ke-16 dan kekayaannya dirampas selama beratus-ratus tahun lamanya membuat Indonesia menjadi negara miskin dan terbelakang. Sebenarnya kejadian seperti ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, namun  pada semua negara-negara dengan penduduk yang memiliki kulit yang berwarna.  Sehingga, negara-negara barat menjadi makmur dan menguasai perekonomian dunia.  Para penganut globalisasi mempercayai hanya globalisasi lah yang mempu menyatukan manusia dari segala latar belakang ras dari berbagai belahan dunia yang kata mereka hal ini dapat mengurangi kemiskinan. Namun apa yang terjadi di depan mata kita justru sebaliknya. Yang miskin semakin miskin, yang kaya semakin kaya. Perusahaan-perusahaan multinasional memeras tenaga kerja negara-negara miskin dengan gaji yang sangat rendah. Contohnya adalah salah satu perusahaan dengan merek terkenal yang mendirikan pabriknya di Indonesia dengan jam kerja dan gaji yang tidak wajar. Dalam prakteknya, perusahaan tersebut menerapkan aturan kepada karyawannya agar tidak membuka kejelekan-kejelekan perusahaan dengan alibinya untuk melindungi karyawannya. Tersedianya buruh yang murah ini digunakan untuk menarik para investor namun tidak menerapkan kode etiknya.
Globalisasi di Asia memiliki sejarah gelap. Pabrik, bank-bank besar, hotel mewah di Indonesia dibangun berkat pembunuhan massal yang dilakukan selama periode Soeharto atas bantuan Amerika dan Inggris pada pertengahan 1960-an. Samapi saat ini fakta tragedi itu masih tetap gelap. Suatu hari dibulan Oktobern 1965, segerombolan preman memasuki sekolah di Jakarta lalu membunuh kepala sekolah yang dianggap komunis. Pembunuhan semacam inilah tipikal pembantaian lebih dari satu juta orang. Para guru, murid, pegawai negeri, petani. CIA  melukiskannya sebagai pembantaian terkejam abad ke-20.
Peristiwa itu menghantarkan Soeharto menuju ke puncak kekuasaan. Namun kini terbukti bahwa Soeharto disokong Amerika dan Inggris serta para pembisnis barat. Setahun setelah peristiwa berdarah itu, perekonomian Indonesia dibentuk menurut model Amerika guna mempermudah barat menguasai sumber daya alam, pasar, dan buruh murah. Presiden Nixon menyebutnya “Upeti Terbesar di Asia”. Jasa terbesar Suharto bagi pebisnis barat adalah dirinya menyingkirkan pendiri bangsa Indonesia, Soekarno sang nasionalis yang yakin pada kemandirian ekonomi rakyatnya. Soekarno menentang masuknya korporasi barat ke Indonesia dan mengusir agen-agen barat seperti IMF dan bank dunia.
Siapa sebenarnya penguasa dunia saat ini? Kerajaan mereka ternyata lebih besar dibandingkan dengan kerajaan Inggris Raya. Inilah pusat kerajaan tersebut : Washington, jalan sepanjang gedung putih sampai departemen keuangan AS dikuasai bank dunia dan IMF. Dua lembaga ini adalah agen terkaya di dunia. IMF dan Bank Dunia dibentuk pada akhir perang dunia dua untuk membangun kembali perekonomian Eropa. Kemudian, dua lembaga itu mulai meminjami uang untuk negara miskin dengan syarat perekonomian negara tersebut boleh dimasuki barat. Hal ini menyebankan negara-negara miskin saat ini berada pada lingkaran kemiskinan. Mereka tidak dapat keluar, bahkan penghapusan hutang pun tidak dapat menyelesaikan permasalahan kemiskinan karena pemberian hutang dilakukan dengan memberikan tekanan-tekanan atau karena kolusi pemerintah yang tidak memihak rakyatnya.

Di Indonesia, korupsi pejabat kaya sudah terlalu parah. Dokumen internal Bank Dunia membenarkan bahwa sepertiga pinjaman bank masuk ke kantong kroni Soeharto dan menyebankan krisis ekonomi. Soeharto dipaksa mundur setelah puluhan tahun berhasil mencuri triliunan rupiah dan semua kekayaan jaringan nasional dikuasai Soeharto dan keluarganya. Sungguh ironi jika IMF dan Bank Dunia yang menyatakan dirinya akan membantu kemakmuran rakyat di negara miskin justru menyokong kediktatoran pemimpin yang serakah.