Kamis, 11 Desember 2014

Akuntansi Sektor Publik
Creating Program Logic Models
Dosen Pengampu: Rusdi Akbar, M.Sc., Ph.D., CMA

Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg

Oleh:
Widya Septiani                 (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora      (11/315670/EK/18477)
Giffa Yustian Ariefta       (11/315683/EK/18485)




FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013




Creating Program Logic Model
Bab ini mengidentifikasi unsur-unsur dasar pada program logic model. Secara umum, logic model ini memberitahu secara detail untuk mendukung desain, planning, manajemen atau evaluasi. Chapter ini akan menjelaskan contoh dan cara untuk menciptakan suatu model dalam skala kecil.

From Theory of Change to Logic Models
Theory of change secara harafiah merupakan dasar dari pembentukan logic model.  Dua komponen di theory of change merupakan dasar dari penyusunan proses-proses pada logic model. Dalam theory of change ada strategi dan hasil. Kedua komponeen ini dipecah dalam logic model.
Sratategi di dalam logic model dipecah-pecah menjadi Resorces, activities dan outputs
Result dipecah-pecah menjadi outcomes dan impact. Outcomes sendiri juga dipecah menjadi tiga yaitu, short-term outputs, intermmediate-term outcomes dan long-term outcomes.
Assumption Matter
Ada asumsi pokok yang terlupakan/ tidak diilustrasikan pada bagan diatas. Kita harus ingat bahwa asumsi disampaikan oleh keyakinan dan pengetahuan. Sering kali model-model program tanpa manfaat dari asumsi yang kuat dan mendasari theory of change. Kelalaian ini dapat membantu menjelaskan mengapa konflik yang luar biasa, bahkan kekacauan dapat terjadi selama pengembangan program, perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian.  Dengan tidak adanya asumsi yang tegas (kuat), tidak ada kejelasan theory of change dan berbagai konflik yang terjadi yang mencerminkan bahwa mereka masing-masing  memiliki pandangan yang berbeda tentang apa yang harus mereka kerjakan dan mengapa mereka harus bekerja. Hal ini mengakibatkan melemahnya program yang tidak ada fokus  dan menciptakan hasil yang mengawang-awang. Karena implikasi tersebut kehilangan dasar menjadi panyebab melemahnya suatu program untuk sukses. Konseptualisasi dan gaya pembelajaran tiap-tiap orang berbeda. Budaya organisasi juga dapat mempengaruhi bagaimana desain, perencanaan, monitoring, dan measuring terjadi. Sangat disarankan bahwa theory of change dan logic model akhirnya akan menciptakan bentuk dasar dari makna bersama untuk semua aspek dalam program.

Key elements of Program Logic Model
Program logic model menampilkan ide yang sudah ada, program baru, dan perubahan fokus yang mungkin berisi dari awal sampai akhir. Unsur-unsur dalam program logic model terdiri dari resep karena keterbatasan modal keuangan dan sosial untuk hasil tertentu. Elemen-elemen utama dari program logic model adalah
·         Sumber daya (Resorces), alat yang digunakan untuk menjalankan aktivitas. Bisa berupa manusia, keuangan, organisasi, komunitas atau sumber daya sistem dalam kombinasi apapun.
·         Kegiatan (Activites), proses yang dijalankan untuk pencapaian tujuan yang ingin dicapai.
·         Keluaran (Otuputs), hal tertentu yang akan dihasilkan mencakup jenis, level, atau target yang disampaikan program.
·         Hasil (Outcomes), tentang perubahan. Misalnya perubahan-perubahan spesifik seperti awareness, knowledge, skill, and behaviour. Biasanya outcomes dipecah menurut tingkatan waktunya menjadi:
o   Short-term:
o   Intermediate-term
o   Long-term
·         Dampak (Impact), tujuan utama yang beruapa perubahan yang diinginkan dalam sebuah organisasi, komunitas, atau sistem lainnya.
Nonlinear Program Logic Model
Sama halnya seperti theory of change, sangat sedikit ide, program atau proyek yang benear-benar terjadi dalam perkembangan linear.
Dalam tampilan ini, tidak ada titik awal tertentu. Meskipun elemen-elemen logic model konstan, desain, planning, managing, maupun evaluasi mungkin dimulai dari elemen yang mana saja. Selain itu gambar ini menunjukkan bagaimana siklus kegiatan yang sama terjadi dari waktu ke waktu.

Building a Program Logic Model
Teknik penyusunan logic model merupakan suatu metode yang menerapkan :
1.      Konsep, cara, dan manfaat evaluasi hurus dipahami dengan sebaik-baiknya.
  1. Menguraikan cara mengukur capaian kebijakan, program, dan kegiatan pokok melalui pembentukan indikator kinerja penyusunan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan perlu dilakukan dalam suatu proses yang berkesinambungan. Hal ini diawali dengan kesepakatan menentukan indikator kinerja pada masing- masing tahapan/level penyusunan.
  2. Penentuan indikator kinerja impact, outcome, output, input. Kesepakatan harus sejak awal ditetapkan sesuai tahapan atau level dan tingkat penyusunan rencana. Sebelum kesepakatan diperoleh, perlu dilakukan formulasi rumusan permasalahan dahulu.
4.      Susun strategi, prioritas, dan fokus pembangunan sebagai upaya dan solusi untuk memecahkan permasalahan.







Program Logic Model Example
Description: E:\SEMESTER 5\ASP\Improved health logic model.JPG
Bagan diatas adalah contoh dari program logic model sederhana untuk meningkatkan kesehatan. Baca dari kiri ke kanan, Model program ini menunjukkan bahwa jika kita merekrut dan mempertahankan peserta dan memberikan latihan, nutrisi, dan pengurangan stres, maka kita akan menjamin peningkatan kesehatan.
Program logic model memberikan detail untuk teori perubahan dengan memberi penjelasan unsur-unsur dari model logika dasar untuk setiap untai strategi. Dalam model program rincian relatif terhadap sumber daya, kegiatan, dan elemen lainnya.
Ilustrasi ini memberikan pandangan yang lebih rinci tentang program peningkatan kesehatan yang akan dilakukan, rencana pengukuran, dan harapan yang ingin dicapai. Dimulai di sebelah kiri dengan sumber daya, model ini meliputi dana, fasilitas, dosen, pelatih , serta peserta yang memenuhi syarat dan bersedia antara input yang diperlukan perusahaan. Strategi mengandung kelompok tersirat kegiatan dalam ilustrasi ini. Kegiatan spesifik yang berkontribusi terhadap output tidak disebutkan. Output dari strategi intervensi dan kegiatan terkait (latihan, gizi, pengurangan stres) bisa sangat banyak. Untuk ilustrasi ini, kita hanya menampilkan kategori menyeluruh informasi yang dapat dipertimbangkan. Setiap kategori akan diulang untuk setiap helai. Hal ini akan mencakup rincian tentang ruang lingkup, urutan, dan kualitas, kepegawaian kualifikasi, dan informasi tentang peserta dan partisipasi mereka. Kegiatan didalam  untaian strategi ini berkontribusi terhadap perubahan pengetahuan, keterampilan, dan kepatuhan.
Hasil akhir yang diharapkan yaitu untuk peningkatan kekuatan, daya tahan, nutrisi, fleksibilitas, dan relaksasi. Retensi dan strategi perekrutan untai juga menghasilkan beberapa output dan outcome. Perhatikan bahwa model ini menggunakan panah untuk menunjukkan hubungan. Beberapa strategi dapat ditampilkan sebagai kontribusi kolektif untuk hasil, daripada setiap strategi membuat kontribusi individu terhadap hasil yang berbeda dalam isolasi.
Model Program dapat memberikan garis besar dapat diandalkan untuk rencana kerja yang digunakan untuk mengimplementasikan dan mengelola program atau upaya perubahan yang lebih besar. Sama seperti teori model perubahan, model program ini dengan waktu dan sumber daya yang terbatas, adalah standar yang tepat untuk menilai tersebut. Sebuah pertanyaan umum tentang program logic model berfokus pada tingkat detail. Pada dasarnya, tingkat detail dalam program logika model harus ditentukan oleh tujuan penggunaannya dan penggunanya.

From Strategy to Activities
Beberapa program logic model bisa sangat kompleks, namun langkah-langkah untuk membuatnya umumnya sama dengan pembuatan logic model yang sederhana. Program skala besar atau upaya perubahan multi-tahun (disebut "inisiatif") sering terdiri dari banyak strategi yang ditujukan untuk sasaran di banyak situs dari waktu ke waktu.
Program logic model biasanya tidak menampilkan keyakinan yang mendasari atau asumsi-asumsi. Kadang-kadang program atau upaya perubahan diimplementasikan dalam kaskade dengan beberapa tumpang tindih pada waktunya, yang membutuhkan urutan tertentu strategi dan kegiatan terkait. Bila ini situasinya, hal itu dapat membantu untuk fokus pada fungsi, strategi tertentu, atau bekerja satu mitra yang ditunjuk. Tugas sering disederhanakan dengan memikirkan aspek tunggal dan kemudian menghubungkan kembali ke keseluruhan dengan beberapa kompleksitas yang melekat berkurang. Pada akhirnya, eksekusi program bergantung pada tindakan tetapi terintegrasi pekerjaan yang mungkin memerlukan perhatian perkembangan difokuskan pada bagian-bagian yang lebih kecil .
Bagan diatas memberikan orientasi bagaimana untai strategi latihan mungkin berkurang dengan kegiatan. Strategi menjadi lebih rinci untuk keperluan seleksi dan desain. Dalam Gambar bagan tersebut menjadi jelas bahwa olahraga sebagai strategi terdiri dari beberapa kegiatan kunci diantaranya termasuk latihan fisik (kekuatan dan daya tahan), pendidikan, dan penilaian. Semua kegiatan ini merupakan strategi yang komprehensif. Latihan hanya salah satu sarana untuk meningkatkan kesehatan. seluruh teori perubahan untuk contoh ini juga mencakup pengurangan stres, nutrisi, dan retensi. Ini adalah kombinasi strategi tercermin dalam seluruh program yang paling mungkin untuk mengamankan hasil . Setiap helai model logika program yang komprehensif perlu menggambarkan kontribusi dari masing-masing strategi serta saling ketergantungan.
Description: E:\SEMESTER 5\ASP\exercise strategy detail.JPG
Bagan diatas memberikan pandangan dengan lebih rinci hanya strategi latihan. Hal ini juga menunjukkan banyak keputusan yang tersembunyi dalam desain dan perencanaan program. Dalam memilih kegiatan, sangat penting bahwa hubungan antara strategi dan kegiatan ini disengaja. Strategi dan cluster kegiatan yang tepat juga harus dipilih dengan mengacu pada target. Logic Model menggunakan urutan if-then dari kiri ke kanan dalam kolom dan di antara fitur yang Anda baca dari kiri ke kanan.

Action Steps for a Program Logic Model
1.      Identifikasi results yang pada akhirnya akan dihasilkan oleh satu atau lebih strategi
2.      Jelaskan rangkaian bertahap dari outcome yang akan menunjukkan kemajuan menuju impact
3.      Beri nama semua activities yang diperlukan untuk menghasilkan outcome
4.      Tentukan resources/ input yang berhubungan langsung ke dan akan menyuplai activities
5.      Identifikasi output yang mencerminkan pencapaian activities

Description: C:\Users\giffa\Pictures\ASP.png

Creating Your Program Logic Model
Pikirkan ide, proyek atau program yang kamu kelola sekarang atau ingin dibuat dan hasilnya. Untuk setiap strategi, brainstorm elemen-elemen yang mungkin dikutip dalam short-term outcomes, tetapi jelas terkait dengan results yang kamu inginkan. Lakukan hal yang sama untuk resources, activities dan outputs. Hal ini penting untuk membuat pilihan tentang hasil yang memungkinkan dengan sumber daya yang terbatas. Hal ini akan dibahas secara lebih rinci di bab selanjutnya.

Guilding Group Process
Kita pikir metode terbaik untuk menghasilkan program logic model adalah dengan melibatkan sekelompok kecil , terutama jika anggotanya adalah stakeholders karena membuat model dengan partisipasi lebih dari stakeholders akan meningkatkan kualitas mereka dan mendorong penggunaannya.
Kita sering menggunakan Microsoft Visio untuk membuat model, tetapi banyak aplikasi lain seperti Word dan PowerPoint yang bisa digunakan.


Akuntansi Menejemen
Case: Roberts Truck Products (RTP)
Dosen pengampu: Mahfud Sholihin, Ph.D


Description: Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg


Disusun Oleh:
Widya Septiani                      (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora           (11/315670/EK/18477)
Yulyta Trisna P.                      (11/315716/EK/18513)



FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013
 Roberts Truck Products (RTP)
Rick Anderson, direktur utama dan pemilik Roberts Truck Products (RTP, Inc.), merasa senang sekaligus khawatir. Dia senang karena perusahaannya pemimpin pasar dalam panel instrumen elektronik untuk truk muatan berat dan memiliki pangsa pasar untuk silinder hidrolik. Dia khawatir karena perusahaannya sedang menghadapi lingkungan bisnis yang persaingannya meningkat. Perusahaannya harus mencari berbagai cara yang lebih baik untuk membuat keputusan bisnis yang strategis serta mengumpulkan informasi yang akurat dan handal dalam memfasilitasi dalam mengambil keputusan. Selain itu, dibutuhkannya efisiensi yang lebih baik dengan cara berbagai proses operasional perusahaan perlu digabungkan, mengurangi pemborosan, serta kualitas dan kinerja pengiriman perlu diperbaiki.
Rick mengatakan kekhawatirannya kepada Michele-Dawn Barker, managing partner salah satu firma konsultan local yang menyarankannya agar mengimplementasikan activity-based management (ABM). Ketika Rick menyebutkan bahwa RTP, Inc. sebelumnya mengimplementasikan sistem activity-based costing (ABC), Michele menyatakan bahwa ABC adalah kunci dari sistem ABM. Kemudian Michele menawarkan diri untuk mengunjungi RTP, mempelajari berbagai operasinya dan membuat proposal formal untuk implementasi sistem ABM.
Dalam proposal Michele, dinyatakan bahwa berdasarkan GAAP, saat ini RTP membebankan biaya penjualan, penyediaan barang, dan distribusi pada periode di mana biaya tersebut muncul. Belum ada usaha untuk menelusuri berbagai biaya ini berdasarkan setiap pelanggan atau kelompok pelanggan. Berdasarkan penelusuran ditemukan banyak pelanggan RTP yang tidak menguntungkan. Ada persentase kecil pelanggan dan produk yang sesungguhnya berkontribusi pada sebagian besar laba RTP. Hasil ini menunjukkan RTP membutuhkan perhitungan biaya yang lebih akurat agar RTP dapat mengelola berbagai produk dan pelanggannnya dengan baik. Michele akan memberikan laporan yang terperinci dengan berbagai saran yang spesifik untuk mengubah bauran produk dan pelanggan RTP agar laba dapat ditingkatkan. Michele yakin berbagai perubahan yang disarankan akan memungkinkan RTP meningkatkan laba bersih paling tidak sebesar 200 persen. Selain itu, penilaian yang akurat mengenai perhitungan biaya atas para pemasok RTP dapat menghasilkan kenaikan profitabilitas tambahan.
Karena berbagai proses yang ada bergantung pada berbagai aktivitas, dibutuhkan manajemen aktivitas. Activity-based management mengidentifikasi berbagai aktivitas, biaya aktivitas, output aktivitas dan nilai aktivitas bagi organisasi. Output sistem activity-based management adalah input yang sangat penting untuk sistem kinerja manajemen. Selain itu, karena inti  activity-based management adalah sisi ekonomis bagi perusahaan, activity-based management memfasilitasi dan mendukung tujuan pengurangan pemborosan yang penting untuk meningkatkan posisi bersaing RTP.
Rick yakin bahwa informasi biaya yang lebih baik akan membantunya mengurangi pemborosan dan meningkatkan laba, sehingga Rick ingin mengimplementasikan sistem activity-based management.

Pertanyaan :
1.      Why is accurate cost information about customers and suppliers important?
2.      What is wrong with the claim that all customers are good customers?
3.      Will accurate cost information guarantee that a firm is competitive?
4.      How can managing activities increase efficiency?
5.      How can we determine whether activities are of value to a firm?
6.      What role, if any, do cost reports play in managing activities?

Jawaban :
1.      Informasi biaya yang akurat penting karena biaya merupakan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan dalam menentukan harga jual pokok produksi yang nantinya akan digunakan untuk menentukan harga jual produk dan laba yang diinginkan perusahaan. Tersedianya informasi biaya yang akurat dapat digunakan untuk mengetahui penyebab timbulnya biaya tersebut sehingga biaya produksi dapat dikendalikan. Informasi biaya terkait supplier juga sangat penting. Dengan mengetahui informasi biaya tersebut, perusahaan dapat menentukan berapa harga yang akan dikeluarkan perusahaan untuk mendapatkan bahan baku atau produk dari supplier yang nantinya akan digunakan sebagai dasar penentuan harga pokok produksi. Selain itu, informasi biaya  tentang pelanggan juga perlu diketahui. Perusahaan dapat menghitung berapa biaya yang diinginkan dan mampu dikeluarkan oleh konsumen untuk membeli produk sehingga penentuan harga jual kepada konsumen tepat, tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah.
Dengan penghitungan biaya yang lebih akurat, hasil penghitungan harga pokok produksi yang menunjukkan besarnya biaya produksi yang sebenarnya dikeluarkan dalam proses produksi dapat ditentukan dengan tepat. Perhitungan biaya yang tidak tepat dapat merugikan perusahaan karena penetapan harga pokok produksi merupakan dasar untuk menentukan harga jual dan besarnya laba yang diinginkan, mengukur efisiensi produktivitas perusahaan serta menjadi pedoman untuk pengambilan keputusan bagi manajemen perusahaan.

2.      Tidak semua konsumen merupakan konsumen yang baik, pasti selalu ada konsumen yang menuntut lebih daripada konsumen yang lain.  Sebenarnya, baik-buruknya perilaku pelanggan dalam menanggapi produk suatu entitas bisnis dapat dipengaruhi oleh performa perusahaan itu sendiri dalam menyediakan produknya. User experience adalah hal yang krusial bagi profitabilitas perusahaan. Apabila perusahan gagal memberikan user experience yang prima, potensi kerugian pun dapat muncul. Sisi konsumen mengharapkan bahwa perusahaan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya dengan baik. Namun bagi perusahaan tertentu hal tersebut mungkin dianggap hal yang sulit untuk dilakukan karena melampaui kapasitas kemampuannya dalam menyediakan layanan. Apabila hal tersebut dibiarkan, dapat berdampak negatif bagi perusahaan. Konsumen mungkin saja dapat berperilaku buruk misalnya dengan menceritakan pengalaman buruknya kepada orang-orang disekitarnya tentang produk dan layanan dari perusahaan tersebut. Hal demikian dapat berakibat buruk terhadap reputasi bisnis dimata para konsumen dan calon konsumen serta dapat mempengaruhi konsumen lain untuk tidak lagi menjadi pelanggan. Sisi positifnya, pernyataan negatif konsumen tersebut dapat dijadikan tolok ukur kinerja perusahaan dan dapat sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, perusahaan harus terus berinovasi dalam menyediakan layanan kepada konsumen agar semua pelanggan dapat menjadi pelanggan yang baik.

3.      Informasi biaya yang akurat dapat membantu perusahaan untuk tetap menjaga eksistensinya di dalam persaingan bisnis yang semakin luas. Informasi biaya yang akurat dapat menjadi pedoman atau tuntunan dalam rangka melakukan improvement secara berkelanjutan untuk menghasilkan barang dan jasa dalam menghadapi persaingan bisnis yang dinamis. Tersedianya informasi biaya yang akurat perusahaan dapat membantu manajemen mengambil keputusan yang lebih baik, mengurangi biaya, meningkatkan produktivitas, meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan kemampuan untuk menyediakan berbagai kebutuhan pelanggan dengan lebih baik lagi sehingga perusahaan dapat dikelola dengan efektif dan efisien. Hal ini dapat menurunkan biaya produksi sehingga harga jual dapat ditekan yang pada akhirnya harga produk yang ditentukan mampu bersaing di pasaran.

4.      Pengelolaan aktivitas dapat meningkatkan efisiensi dengan Analisis aktivitas. Analisis aktivitas dimaksudkan untuk menganalisis aktivitas-aktivitas apa saja yang memberikan kontribusi bagi perusahaan (aktivitas bernilai tambah) dan aktivitas apa yang tidak memberikan kontribusi bagi perusahaan (aktivitas tidak bernilai tambah). Untuk mencapai low cost producer, perusahaan tidak menggunakan aktivitas yang tidak bernilai tambah dalam operasinya sehingga efisiensi aktivitas perusahaan akan tercapai. Penerapan ABM sebagai hasilnya akan dapat meningkatkan nilai produk yang diterima konsumen dan meningkatkan laba perusahaan.

5.      Aktivitas yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan adalah berbagai aktivitas yang dibutuhkan untuk dapat bertahan dalam bisnis. Aktivitas yang memiliki nilai bagi perusahaan jika aktivitas yang dilakukan menghasilkan perubahan kondisi, perubahan kondisi yang tidak dapat dicapai melalui aktivitas sebelumnya dan aktivitas yang memungkinkan berbagai aktivitas lainnya dilakukan.

6.      Peran dari laporan biaya dalam mengelola berbagai aktivitas yaitu dapat mengidentifikasi aktivitas yang memiliki nilai tambah bagi perusahaan. Apabila berbagai aktivitas yang bernilai tambah bagi perusahaan telah teridentifikasi,  kita dapat menetapkan biaya bernilai tambahannya yaitu berbagai biaya yang timbul dari melakukan berbagai aktivitas bernilai tambah dengan efisiensi yang sempurna.

Daftar Pustaka :
Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2007. Management Accounting.8th edition, Cincinnati : South-Western College Publishing (HM).

***
Akuntansi Menejemen
Case: MILLBOURNE
Dosen pengampu: Mahfud Sholihin, Ph.D

Description: Description: Description: D:\UGM\logo Hitam Putih.jpg

Oleh:
Widya Septiani                      (11/315655/EK/18467)
Leni Melita Simamora           (11/315670/EK/18477)
Yulyta Trisna P.                    (11/315716/EK/18513)


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2013

Overview Kasus
MILLBOURNE

Jeff Millbourne adalah pemilik/operator Millbourne Shutter Company. Selama lebih dari tiga tahun, dia mengubah hobi pekerjaan tangan dari kayu menjadi usaha bernilai jutaan dolar. Perusahaan tersebut membuat jendela shutter untuk rumah dan kantor. Millbourne Shutter Company membangun reputasinya berdasarkan produksi berbagai jendela shutter yang berkualitas tinggi dengan mengguakan kayu berkualitas tinggi dan membuat tiap jendela shutter bedasarkan spesifikasi dengan baik selama bertahun-tahun. Baru-baru ini tetangga Jeff, Lana dan Evan Howell, membeli sebuah vila di Perancis dan meminta Millbourne untuk mendesain serta membuat shutter untuk rumah tersebut. Pekerjaan tersebut lebih sulit dari biasanya karena Jeff tidak dapat mengukur jendela vila. Akan tetapi, ukuran shutter yang dibuatnya sangat tepat dan menjadi tren di wilayah pedesaan Perancis tersebut. Subkontraktor di Perancis yang memasang shutter tersebut menginginkan kontrak dengan Millbourne untuk membuat shutter bagi beberapa pekerjaan bangunan lainnya. Perusahaan tersebut memasukkan pesanan awal shutter senilai €16.230. Jeff mengirimkan pesanan pembelian ke akuntannya, Rosa Perez, untuk membantunya menghitung jumlah dalam mata uang euro tersebut menjadi dolar.
Rosa menunjukkan, dengan nilai tukar saat ini ($1 sama dengan 0,8115 euro,  pesanan tersebut memiliki nilai sebesar $20.000 ( $16.230/0,8115 ). Akan tetapi, menurutnya, nilai tukar berubah dari hari ke hari. Dia bertanya lamanya pembayaran akan diterima. Jeff memperkirakan bahwa memproduksi shutter sebanyak itu akan membutuhkan waktu sekitar tiga minggu. Bahkan bisa lebih lama lagi juka hujan karena pengecatannya aka tertunda, kemudian dua minggu lagi untuk  mengirim lewat laut keluar negeri. Michael membutuhkan waktu empat minggu untuk mengirim cek.  Jeff memperkirakan proses awal hingga akhir akan membutuhkan waktu dua setengah bulan.
Rosa menunjukkan kesenjangan waktu tersebut dapat berarti perubahan nilai tukar. Jika nilai tukar naik katakanlah hingga 0,85 euro per dolar maka pesanan yang seharusnya bernilai $20.000 tersebut hanya akan bernilai $19.094. Tentu saja, hal sebaliknya juga berlaku. Jika nilai tukar jatuh ke 0,80 euro per dolar maka pesanan senilai €16.230 tersebut dapat diuangkan mejadi $20.288. Berhubungan dengan mata uang asing menimbulkan risiko baru bagi perusahaan – risiko nilai tukar.
Jeff setuju untuk mempertimbangkan masalah tersebut selama beberapa waktu. Dia memutuskan untuk meneruskan pesanan dari Perancis tersebut, tetapi dengan mempertimbangkan tiap pesanan baru internasional sacara satu persatu untuk memastikan risiko nilai tukar tetap diperhitungkan.




Pertanyaan :
1.      What do you think are the business issues that Jeff has to consider in deciding whether or not to trade overseas?
2.      Rosa pointed out that exchange rates can go in two directions. If the exchange rate increases from 0,8115 euros per dollar to 0,85 euros per dollar, Jeff will get less than he expected. On the other hand, if the exchange rate decreases, he will get more than expected. Do you think that Jeff considers the two risks (increase or decrease in exchange rates) to be equal? Would he be more concerned about one than the other? Why or why not?
3.      Jeff decided to consider each new international order case-by-case basis. What factors might influence his decision? Think about the shipment of the shutters overseas. Are there any considerations that might differ from shipment of shutters to another state in the United States? Would there be any differences between trade with France versus trade with other countries (e.g., Rusia or Iran)?
Pembahasan :
1.    Dalam rangka melakukan perdagangan luar negeri terdapat hal-hal yag perlu dipertimbangkan yang berkaitan dengan lingkungan bisnis  antara lain :

·           Lingkungan budaya, hukum, politik, dan ekonomi setiap negara.
Memahami keempat aspek   tersebut bukanlah hal yang mudah, sehingga hal tersebut dapat diatasi dengan :
-        Wholly Owned Subsidiaries : membeli perusahaan yang sudah berjalan diluar negeri dan menjadikannya anak perusahaan yang dimiliki sepenuhya oleh induk perusahaan.
-        Joint venture : menjadi investor bagi perusahaan lain diluar negeri
Selain itu, masalah penting lain adalah :
·           Zona Perdangangan
Suatu barang  yang diimpor/ekspor memiliki biaya tambahan antara lain tarif impor, freight-in, atau pajak apabila tidak berada didalam sebuah zona perdagangan luar negeri. Kondisi tersebut akan menambah beban biaya barang. Hal ini dapat diatasi dengan:
-        Pakta Perdagangan dan Tarif : perjanjian perdagangan antar negara yang menentukan besarnya tarif yang dibebankan

·           Nilai Tukar Mata Uang Asing
Dalam mengelola mata uang asing, terdapat tiga resiko penting, yaitu :
a)      Resiko transaksi
Mengacu pada kemungkinan bahwa transaksi tunai dimasa depan akan dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar. Perubahan dalam kurs spot dapat mempengaruhi nilai transaksi tunai di masa depan sehingga menciptakan risiko transaksi. Kurs spot (spot rate) adalah nilai tukar dari satu jenis mata uang terhadap mata uang lain untuk transaksi langsung (yaitu : hari ini).


-          Apresiasi dan Depresiasi Mata Uang
Ketika mata uang suatu negara menguat secara relatif terhadap mata uang negara lain, terjadilah apresiasi mata uang (currency appreciation) dan satu unit mata uang negara mampu membeli lebih banyak unit mata uang negara lain.
Sebaliknya, depresiasi mata uang (currency depreciation) berarti mata uang suatu negara melemah secara relatif akibatnya hanya dapat membeli mata uang negara lain lebih sedikit.
-          Keuntungan dan Kerugian Nilai Tukar
Kerugian nilai tukar (exchange loss) adalah kerugian atas penukaran suatu mata uang terhadap mata uang lain yang disebabkan oleh depresiasi mata uang dalam negeri.
Keuntungan nilai tukar (exchange gain) adalah keuntungan atas penukaran suatu mata uang terhadap mata uang lain yang disebabkan oleh apresiasi mata uang dalam negeri.

b)      Resiko ekonomi
Mengacu pada kemungkinan bahwa nilai sekarang dari arus kas perusahaan dimasa depan akan dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar.

c)      Resiko translasi
Tingkat dimana laporan keuangan perusahaan terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar.

2.    Menurut kami, Jeff mempertimbangkan risiko kenaikan dan penurunan nilai tukar secara seimbang. Jika nilai tukar naik dari 0,8115 euro per dollar menjadi 0,85 euro per dollar seperti yang ditunjukkan Rosa, dimana harga pesanan sebesar €16.230, sehingga  nilai dari pesanan tersebut jika nilai tukar 0,8115 euro per dollar adalah $20.000 (€16.230/0,8115) sedangkan jika nilai tukar menjadi 0,85 euro per dollar maka nilai dari pesanan tersebut adalah $19.094 (€16.230/0,85). Dari perhitungan tersebut, Jeff akan mengalami kerugian karena Jeff memperoleh $19.094, mendapat kurang dari yang dia harapkan yaitu $20.000. Hal tersebut tentunya mengakibatkan laba yang diperoleh perusahaan Millbourne Shutter Company menurun, dan jika hal tersebut terus berlangsung maka sangat berisiko bagi kelangsungan perusahaan dan mengakibatkan bisa mengalami kebangkrutan.
       Sebaliknya, jika nilai tukar turun dari 0,8115 euro per dollar menjadi 0,80 euro per dollar, maka pesanan senilai $20.000 dapat diuangkan menjadi $20.288 (€16.230/0,80). Akibatnya Jeff akan mendapatkan keuntungan dari kejadian ini. Hal ini tentu menguntungkan bagi perusahaan, sehingga Jeff perlu mempertimbangkannya.

3.    Faktor yang dapat mempengaruhi keputusan Jeff dalam rangka mempertimbangkan tiap pesanan internasional secara case-by-case basis adalah

·         Zona perdagangan
Negara-negara yang berada pada zona perdangangan dengan tarif yang rendah dan lingkungan hukum baik dapat lebih diutamakan untuk diterima pesanannya.

·         Lingkungan Politik, Hukum, Sosial Budaya, dan Ekonomi
Negara-negara yang masih satu kawasan biasannya keempat lingkungan tersebut cenderung lebih mirip sehingga memungkinkan pengiriman dengan lebih mudah.
·         Mata uang
Negara yang memiliki mata uang yang relatif stabil lebih menjamin perdagangan internasional.

·         Nilai tukar mata uang asing
Nilai tukar mata uang ini memang menjadi masalah utama dalam perdagangan internasional. Sebagaimana kita tahu bahwa nilai tukar berfluktuatif. Perubahan nilai tukar ini malah berubah secara harian. Ini menjadi satu masalah besar apabila kita tidak dapat secara tepat memperkirakan berapa nilai tukar mata uang tersebut saat berada di tangan kita.

·         Jarak (lokasi) pesanan internasional berasal
Hal ini menjadi penting, karena ini juga mempengaruhi berapa lama pesanan akan sampai ke negara pemesan. Biasanya semakin jauh lokasi negara pemesan, akan semakin lama pesanan sampai ke tangan pemesan. Semakin banyak waktu yang dibutuhkan, maka perkiraan akuntan tentang berapa besaran nilai tukar mata akan semakin membutuhkan perhitungan yang rinci. Jangan sampai pesanan tersebut akan dibayar lebih rendah dari cost pesanan tersebut. Dalam kata lain, perusahaan akan mengalami kerugian.

·         Kondisi ekonomi negara pemesan
Kondisi ekonomi juga merupakan salah satu faktor yang tidak bisa kita lupakan. Ini akan menjadi sangat penting apalagi peranannya dalam hal nilai tukar mata uang negara tersebut terhadap mata uang asing. Bila suatu kondisi ekonomi suatu negara tidak stabil dan cenderung berfluktuasi sangan signifikan, tentu sangat susah bagi kita untuk memperkirakan bagaimana nilai tukar mata uang negara tersebut di masa yanag akan datang.

·         Kebijakan-kebijakan impor di negara pemesan
Kebijakan-kebijakan impor di suatu negara juga perlu kita pertimbangkan dalam pesanan internasional. Kebijakan-kebijakan impor suatu negara dengan negara lain biasanya berbeda sesuai dengan peraturan negara masing-masing.
Menurut kami, terdapat perbedaan antara perdagangan dengan perancis versus negara lain misal Rusia atau Iran karena mata uang negara ketiga negara tersebut berbeda, sehingga nilai tukarnya pun berbeda. Selain itu, lingkungan politik, ekonomi, hukum, sosial budaya masing-masing negara juga berbeda. Jeff tentu akan memilih negara-nagara dengan perekonomian yang stabil, lingkungan politik aman, lingkungan hukum yang menjamin, dan lingkungan sosial budaya yang baik.
Rusia menganut sistem ekonomi sosialis/terpusat dengan segala sesuatu diatur oleh pmerintah  yang sulit ditembus oleh pasar bebas sehingga tarif impor pada negara tersebutrelatif mahal da halini perlu dipertimbangkan dalam-dalam. Sedangkan Iran menganut sistem ekonomi campuran yang relatif mudah ditembus pasar bebas sehingga memungkinkan tarif impornya lebih murah, sehingga biaya pengiriman yang dibebakan lebih rendah.


Hansen, D.R. and Mowen, M.M. 2007. Management Accounting.8th edition, Cincinnati: South-Western College Publishing (HM).